Pemerintahan
0
35 Hektare Lahan Sijaba Disiapkan Jadi Kawasan Pertanian Terpadu, Dorong Pertanian Modern dan Berkelanjutan
TAPANULI UTARA|Sumut.suarana.com
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Salah satu langkah strategis yang mulai diwujudkan adalah pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba, Kecamatan Siborong-borong, dengan luas lahan yang disiapkan mencapai 35 hektare.
Kawasan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai lahan produksi pertanian, tetapi menjadi kawasan percontohan dengan konsep pertanian modern, agroedukasi, dan agrowisata.Sebagai tanda dimulainya pengembangan kawasan tersebut, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat melakukan penanaman jagung perdana di lahan Sijaba, Selasa (15/9/2026).
Penanaman perdana ini menjadi langkah awal Pemkab Tapanuli Utara dalam membangun model pertanian yang lebih produktif, terintegrasi dan berbasis teknologi, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, para camat se-Kabupaten Tapanuli Utara, kepala desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok petani milenial.
Pertanaman jagung tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara, yang mengusung tema “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju.”
Dalam arahannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba harus mampu menjadi showcase atau kawasan percontohan pertanian modern yang dapat direplikasi dan dikembangkan di wilayah lainnya.
Menurutnya, modernisasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian, pengelolaan lahan, irigasi, hingga pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar perencanaan.
“Pertanian adalah sektor unggulan kita. Jika dikelola secara intensif dan modern, potensi ekonomi jagung sangat luar biasa. Pemerintah hadir untuk memberikan contoh, memfasilitasi teknologi, sarana irigasi, hingga membuka akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijamin pemerintah tanpa agunan, khususnya bagi para petani milenial,” ujar JTP.
Bupati juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci untuk mengubah paradigma pertanian dari pola konvensional menuju pertanian yang lebih modern, efisien dan memiliki orientasi bisnis.
Pemkab Tapanuli Utara, lanjutnya, akan memperkuat dukungan melalui kebijakan dan penganggaran, khususnya untuk pembangunan jalan usaha tani, jaringan irigasi serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara bertahap.
Pengembangan Sijaba juga tidak akan berhenti pada komoditas jagung. Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan secara terpadu dengan berbagai komoditas pertanian dan sektor pendukung, termasuk hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih, serta sektor peternakan dan perikanan.Dengan konsep tersebut, Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba diharapkan menjadi pusat produksi sekaligus pusat pembelajaran pertanian yang dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Victor Siagian dalam laporannya menyampaikan bahwa penanaman jagung perdana yang dilaksanakan di Sijaba mencakup areal 10 hektare sebagai tahap awal pengembangan kawasan pertanian terpadu seluas 35 hektare.
Victor menyebutkan, target luas tanam jagung Kabupaten Tapanuli Utara pada 2026 mencapai 23.538 hektare, dengan perkiraan produksi sebesar 129.692,64 ton.
“Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Pemkab dan petani milenial guna menciptakan model pertanian yang produktif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan,” jelas Victor.
Pengembangan kawasan ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan Pemkab Tapanuli Utara untuk menempatkan pertanian bukan hanya sebagai aktivitas produksi, tetapi sebagai sektor ekonomi yang dikelola secara modern, terintegrasi dan berkelanjutan.
Jika pengelolaan kawasan berjalan sesuai konsep yang dirancang, Sijaba diharapkan menjadi salah satu model pengembangan pertanian Tapanuli Utara yang mampu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha baru, menarik minat generasi muda, serta memperkuat kesejahteraan petani.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara juga mengundang sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara untuk turut mengikuti agenda penanaman perdana pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba.
BOBLUIS
Via
Pemerintahan
