PERISTIWA
0
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Tapteng, Kronologi Terungkap
TAPTENG|Sumut.suarana.com
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tapanuli Tengah terus mengusut kasus penemuan bayi perempuan yang ditelantarkan di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bayi tersebut ditemukan warga pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengarah kepada seorang pria berinisial R.S. (27), yang diketahui bekerja sebagai juru masak atau koki di salah satu kafe di Sibolga. R.S. diduga kuat berkaitan dengan penelantaran bayi tersebut dan kini disebut telah melarikan diri ke Kota Medan.Petugas Satreskrim Polres Tapteng masih melakukan pengejaran dan pendalaman guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kasus ini bermula dari hubungan antara D.W. (27) dan R.S. yang berkenalan melalui media sosial Facebook pada 2018. Setelah sempat kehilangan kontak, hubungan keduanya kembali terjalin pada Juni 2025 hingga berkembang menjadi hubungan asmara.
Pada Juli 2025, keduanya diduga melakukan hubungan di luar pernikahan. D.W. kemudian mengetahui dirinya hamil pada Agustus 2025.Karena adanya persoalan perbedaan agama serta status D.W. yang secara administratif masih terikat pernikahan dengan suaminya, meskipun disebut telah lama pisah ranjang, keduanya diduga sepakat menyembunyikan kehamilan tersebut dan berupaya menggugurkan kandungan,namun, upaya tersebut tidak berhasil.
Pada 15 Maret 2026, D.W. melahirkan seorang bayi perempuan secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan keluarga maupun R.S, bayi tersebut kemudian diberi nama P.T. Dalam pencatatan Kartu Keluarga, identitas bayi disebut dimasukkan menggunakan data suami sah D.W., meskipun keduanya diketahui sudah lama tidak tinggal serumah.
Selama kurang lebih tujuh bulan, bayi tersebut dirawat oleh D.W,namun, kondisi ekonomi yang sulit membuat D.W. kemudian meminta pertanggungjawaban kepada R.S.Bayi Diserahkan kepada R.S.
Pada 1 Oktober 2026, bayi tersebut diserahkan D.W. kepada R.S. untuk dirawat. Saat itu, D.W. disebut mengaku akan merantau ke Pematangsiantar.Namun berdasarkan hasil penyelidikan, D.W. ternyata bekerja sebagai babysitter di wilayah Sibolga.
Setelah menerima bayi tersebut, R.S. kemudian menitipkannya kepada seorang perempuan berinisial A. Parapat di kawasan Pandan. Penitipan itu disertai kesepakatan pembayaran biaya perawatan sebesar Rp200.000 per minggu.
Bayi tersebut diketahui memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus. Bayi disebut mengidap Down Syndrome dan TBC serta sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Pandan.
Permasalahan kemudian muncul ketika biaya perawatan dan pengobatan bayi tidak kunjung dipenuhi.Pada Kamis malam (8/10/2026), A. Parapat menemui R.S. dengan maksud mengembalikan bayi tersebut. Pertemuan itu kemudian disebut sempat diwarnai perselisihan.R.S. selanjutnya membawa bayi tersebut beserta perlengkapan seadanya menuju arah Sipange.
Namun, pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, warga menemukan bayi perempuan tersebut dalam kondisi terlantar di pinggir jalan di Kelurahan Sipange.Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga dan kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Polisi Kejar Terduga Pelaku
Satreskrim Polres Tapanuli Tengah kini terus melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk motif, peran masing-masing pihak, serta pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi.R.S. yang disebut sebagai terduga pelaku utama diketahui telah meninggalkan wilayah Tapanuli Tengah dan diduga berada di Kota Medan.
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.
Kasus ini sekaligus menjadi perhatian serius karena bayi yang ditemukan dalam kondisi terlantar tersebut diketahui memiliki kebutuhan medis khusus.
Penyidik juga masih mendalami keterangan para pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut guna mengungkap secara utuh bagaimana bayi tersebut hingga akhirnya ditemukan seorang diri di pinggir jalan.
BOBLUIS
Via
PERISTIWA
